Wulan mewawancarai mamanya tentang perbandingan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) di zaman mamanya dengan zaman dirinya (sekarang) ,dan inilah hasil wawancara :
Sekolah dizaman dahulu ketika zaman mama Wulan (sekitar tahun 1975),dan sekarang ditahun 2010 ini,berbeda sekali.Mulai dari program-nya. Dulu dizaman mama dahulu,belum ada yang namanya program RSBI. Dan juga,dahulu dizaman mama belum menggunakan spidol. Perbedaannya lagi,kelas dizaman mama masih hanya 2 kelas. Berbeda dengan sekolah di SMPI Soedirman yang mempunyai 7 kelas.Dan juga,jika sekarang anak-anak tidak ‘afdol’ kalo sekolah tidak menggunakan tas,kalau di zaman mama malah hanya pakai kantong plastic biasa untuk membawa buku.
Menurut hasil wawancara,mama mengatakan kalau sekolahnya itu masih ada di Sumatera Barat sana. Menurut mama juga, setiap zaman mempunyai kekurangan dan kelebihan. Contoh dari kelebihan zaman kini dibanding zaman mama adalah dari segi fasilitas tentu saja. Mulai dari ada AC,meja bukan meja kayu,papan tulis,dan lain sebagainya. Namun dari kekurangannya adalah murid banyak yang mama rasa sudah menjadi pemalas. Kalau dizaman mama murid yang memiliki nilai “batas tingkat tinggi” cukup banyak,namun mama rasa dizaman yang canggih ini sudah jarang mama dengar yang seperti itu. Padahal mama pikir fasilitas dizaman sekarang mendukung. Lebih banyak penelitian,dan percobaan yang mendukung.
Pembagian kelas dizaman mama adalah hanya untuk anak yang rata-rata tinggi dan yang satu lagi anak yang rata-ratanya kalah dari yang rata-ratanya lebih tinggi itu. Jadi hanya ada dua kelas,yaitu A dan B. Tidak ada program seperti RSBI,plus,aksel,dan lain-lain. Dan kondisi kelas juga masih simple sekali. Tidak ada LCD,computer,ataupun locker. Jadi ya,kondisinya hanya ada meja belajar,papan tulis kursi,guru dan murid yang mengajar. Disekolah mama sudah ada computer tetapi sifatnya istimewa sekali dan tidak ada disetiap kelas. Jadi paling-paling fasilitas dikelas mama ya papan tulis dan buku pelajaran. Kurang lebih ya seperti itu. Tetapi,mama tidak perduli dengan fasilitas. Mama rasa itu sudah cukup. Yang terpenting kan semangat belajarnya. Karena kita bersekolah untuk tujuan belajar,betul?
Dari dulu sudah ada pelajaran olahraga dan mama suka pelajaran olahraga itu. Olahraga itu bikin kita sehat. Dari segi pelajaran keseluruhan sih masih sama. Yang membuat berbeda dari segi bahasa. Dulu bahasa inggris,mandarin ataupun arab tidak diwajibkan sama sekali. Namun dahulu untuk belajar inggris sudah ada,yaitu lewat kursus-kursus. Cara guru mengajar dizaman mama dan zaman sekarang kurang lebih sama. Mungkin ada beberapa guru dizaman sekarang yang menggunakan LCD dan menerangkan lewat LCD,kalau dizaman mama itu tidak ada. Paling hanya menerangkan sambil bercerita-cerita sedikit. Dan memberi catatan sedikit untuk materi selanjutnya.
Dari zaman mama sudah ada yang namanya “Ujian Nasional” alias UN. UN berfungsi untuk mengetahui standar kemampuan kelulusan siswa. Oh ya,sampai sekarang,mama masih sering mengunjungi sekolah tempat bersekolahnya dahulu. Meskipun ketika kesana guru-guru mama sudah banyak yangtidak ada,namun ketika kadang ada reunian mama sering bertemu teman-teman lama yang sudah lama mama tak temui. Begitulah indahnya persahabatan.
Dan terakhir pesan mama untuk sekarang ini kepada semua murid-murid adalah terus belajar! Ingatlah fasilitas dizaman kini sudah banyak yang mendukung. Jadi kita harus maksimalkan nilai kita. Jangan diperdaya oleh harta. Yang dituntut itu ilmu bukan harta. Ingatlah,tanpa ilmu kita tidak bisa melihat dunia.
Dan setelah itu sesi wawancara pun ditutup. Jadi kesimpulannya perbedaan sekolah dizaman dahulu dan sekarang beda sekali. Sekarang perkembangan teknologi berkembang pesat. Jadi teruslah bersemangat belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula.
-never give up-